Home / Halaman / Tentang Kami

Tentang Kami

Profil dan Sejarah Ringkas

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit Kota Payakumbuh

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Usia Dini Berbasis Manhaj Salaf

Oleh: Ust. Abu Abdillah, Lc., S.Pd.

Mudir ‘Am Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit Kota Payakumbuh


Selayang Pandang

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit merupakan lembaga pendidikan Islam bagi anak usia dini setingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kota Payakumbuh. Ma’had ini menitikberatkan proses pendidikannya pada Al-Qur’an, ilmu-ilmu syar‘i dasar, bahasa Arab, serta penanaman adab Islami. Kehadiran lembaga ini merupakan sebuah ikhtiar untuk menjawab kebutuhan umat terhadap pendidikan Qur’ani yang kokoh sejak usia emas, terarah secara manhaj, serta selaras dengan sistem pendidikan nasional.

Pendirian ma’had ini dilandasi oleh semangat besar untuk melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an sejak dini yang memiliki aqidah yang lurus, ibadah yang benar, serta akhlak yang mulia. Keyakinan para pendiri berangkat dari kesadaran bahwa pembinaan Al-Qur’an pada masa kanak-kanak akan melahirkan pribadi yang kuat iman, matang keilmuan, dan beradab dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejak awal berdirinya, Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit dirancang sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada Al-Qur’an dan ilmu syar‘i dasar bagi anak-anak, namun tetap memberikan legalitas pendidikan formal melalui ijazah resmi negara. Integrasi antara pendidikan diniyyah dan sistem kesetaraan nasional menjadi landasan utama dalam konsep pendidikannya.

Melihat besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang berfokus pada Al-Qur’an, serta kesadaran bahwa usia emas anak seharusnya diisi dengan kurikulum yang menekankan pembinaan Al-Qur’an, ilmu agama dasar, dan bahasa Arab, maka kehadiran ma’had ini menjadi sebuah keniscayaan.


Landasan Lembaga

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit dilandaskan pada konsep pendidikan Islam yang menyeluruh. Hal ini tercermin dari penerapan pemisahan antara banin dan banat sejak dini, serta penerapan sistem pendidikan yang berlandaskan manhaj salaf, sehingga nilai-nilai Islam tertanam kuat sejak usia anak-anak.

Dasar pendidikan lembaga ini berpijak pada aqidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, dengan berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.

Selain itu, ma’had juga dibangun dengan konsep ramah guru dan ramah anak. Guru diposisikan sebagai pendidik yang dimuliakan, bahkan diberikan kelonggaran untuk membawa anak saat mengajar. Di sisi lain, lembaga ini juga dirancang ramah terhadap kebutuhan dan fitrah anak dalam proses pendidikan.

Ma’had juga menerapkan konsep kerja sama antara lembaga dan wali santri, karena pendidikan merupakan amanah bersama dan bukan tugas guru semata.


Sejarah Berdiri

Perjalanan menuntut ilmu para pendiri yang menyaksikan secara langsung sistem pendidikan Al-Qur’an di Mesir melalui Al-Azhar dan ma‘ahid Al-Qur’an, serta pengamatan terhadap lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an di Indonesia seperti Sahabat Qur’an di Megamendung, Bogor, dan pendidikan Kuttab, menjadi inspirasi kuat bagi tim pendiri dalam merumuskan konsep lembaga ini. Hal tersebut semakin menguat ketika anak-anak mereka sendiri telah memasuki usia pendidikan dan muncul kebutuhan untuk menghadirkan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang ideal, baik bagi anak-anak mereka maupun kaum muslimin secara umum.

Proses pendirian ini diawali dengan diskusi mendalam dan kesepakatan lima orang ustaz muda, yaitu:

Ust. Nicho Ady Saputra, Lc. (Abu Abdillah);

Ust. Rudi Saputra, A.Md.;

Ust. Arief Abdillah, Lc.;

Ust. Sandi Pratama, S.Pd.;

dan Ust. Marcos Cory Merlanda, Lc., B.A.

Dengan niat yang tulus dan visi yang sama, mereka bersepakat mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan tahfidz Al-Qur’an bagi anak-anak.

Perjalanan pun dimulai dengan langkah sederhana namun sarat visi. Kegiatan pendidikan pertama kali dilaksanakan dengan memanfaatkan rumah kontrakan salah seorang pendiri, yaitu Ust. Arief Abdillah, Lc., di Perumahan Pido Asri. Selanjutnya, kegiatan pendidikan berpindah ke gedung sewaan di wilayah Sicincin, Kota Payakumbuh.

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dan bertambahnya jumlah santri, ma’had kemudian melangkah lebih jauh dengan memiliki lahan sendiri yang terwujud melalui wakaf kaum muslimin. Lahan tersebut berada di kawasan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diate, yang kini dikenal sebagai Kampus Biru Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit. Hal ini menjadi bukti nyata kuatnya dukungan umat terhadap pendidikan Al-Qur’an.

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit resmi berdiri pada tanggal 17 September 2021.

Ma’had ini dikelola dengan sistem Idāratul ‘Ulyā Ma’had yang berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Qur’an dan Sunnah Minangkabau, dipimpin oleh Ust. Abu Abdillah, Lc., S.Pd. sebagai Mudir ‘Am dan Ust. Sandi Pratama, S.Pd. sebagai Mudir Ma’had.

Adapun yayasan yang menaungi ma’had ini diketuai oleh Ust. Marcos Cory Merlanda, Lc., B.A., dengan Wakil Ketua Ust. Arief Abdillah, Lc., serta pengawas Ust. M. Rasyid Ridhlo, Lc. Pembina yayasan adalah Ust. Abdurrahman Addifiy, Lc. (alumni Universitas Islam Madinah dan pengisi kajian Suau TV). Penasehat lembaga adalah Ust. Abu Muslim, Lc., M.A., Ust. Asmon Nurijal, Lc., dan Ust. (Drs.) Muhammad Elvi Syam, Lc., M.A., hafizhahumullāh jamī‘an.


Legalitas dan Naungan

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Cahaya Qur’an & Sunnah Minangkabau yang berkedudukan di Kota Payakumbuh, dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-0023842.AH.01.04.2021.

Secara administratif, ma’had terdaftar dan menginduk pada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh melalui jalur pendidikan kesetaraan nonformal, yaitu PKBM Zaid bin Tsabit, dengan Nomor NPSN 9998968, dan terdaftar resmi sejak tahun 2021.


Sistem Pembelajaran

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit memfokuskan pembinaan hafalan Al-Qur’an yang diawali dengan tahapan pembelajaran tilawah melalui metode cepat membaca. Selanjutnya dilanjutkan dengan metode talqīn, yaitu guru membacakan ayat Al-Qur’an dan diikuti oleh santri, kemudian divariasikan dengan metode menghafal mandiri. Seluruh proses hafalan dilengkapi dengan program tahsin guna memastikan penerapan kaidah tajwid yang benar. Metode ini dipilih karena sesuai dengan karakter anak usia dini dan terbukti efektif dalam membangun hafalan yang kuat dan tepat.

Selain tahfidz, ma’had juga menyelenggarakan pembelajaran agama yang terstruktur, meliputi aqidah Islam, adab-adab Islami, sirah nabawiyyah, fiqh ibadah, dzikir dan doa harian, bahasa Arab, sirah para sahabat, tadabbur Juz 30, serta hafalan hadits-hadits pilihan. Untuk memenuhi kebutuhan akademik formal, ma’had menyelenggarakan pendidikan umum melalui program kesetaraan (PKBM) serta mempersiapkan santri menghadapi Ujian Nasional Paket A.


Tujuan Pendidikan

Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit bertujuan mendidik generasi yang fokus kepada Al-Qur’an sejak usia dini, sehingga masa emas perkembangan anak benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Setelah menyelesaikan pendidikan, santri diharapkan mampu menghafal hingga 15 juz Al-Qur’an, menguasai dasar-dasar ilmu agama Islam praktis seperti aqidah yang benar, ibadah harian, adab yang tertanam kuat, serta memiliki dasar kemampuan bahasa Arab.


Spirit Pendidikan dan Aksesibilitas

Pendidikan berkualitas yang fokus pada Al-Qur’an sejak dini dengan biaya terjangkau menjadi ruh utama pendirian Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit. Lembaga ini dibangun dengan semangat memberikan akses pendidikan Al-Qur’an yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Bahkan, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, ma’had menyediakan program beasiswa sebagai bentuk kepedulian sosial dan amanah dakwah pendidikan.


Letak Geografis

Kampus Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit terletak di lokasi yang strategis, berada di tengah Kota Payakumbuh, tepatnya di Jalan Hamka, Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Lingkungan yang kondusif ini mendukung terciptanya suasana belajar yang aman, nyaman, dan religius.


Visi dan Misi

VISI

“Mewujudkan lembaga pendidikan yang istiqamah menauladani Salafus Shalih yang melahirkan generasi shalih dan hafal Al-Qur’an semenjak usia dini.”


MISI

  • Mengajarkan akidah yang benar berdasarkan pemahaman Salafus Shalih.
  • Mengajarkan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
  • Menghafalkan Al-Qur’an dengan tajwid yang benar sejak usia dini.
  • Mengenalkan keseharian dan keteladanan Rasulullah ﷺ.
  • Mendidik dan menanamkan kepada anak adab Islami.
  • Menanamkan kecintaan kepada Allah, Rasulullah ﷺ, dan Al-Qur’an sejak dini.
  • Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan bekal di akhirat.
  • Menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Arab sejak dini.
  • Menyelenggarakan pendidikan tahfidz Al-Qur’an yang mutqin, terarah, dan berkesinambungan dengan manajemen hafalan yang ilmiah dan tarbawi.
  • Membina adab, akhlak, dan kepribadian Islami dalam seluruh aspek kehidupan santri, baik di dalam maupun di luar ma’had.
  • Mengajarkan ilmu-ilmu syar‘i dasar sebagai bekal pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang benar.
  • Menciptakan lingkungan tarbiyah yang kondusif, disiplin, dan penuh keteladanan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Slogan Ma’had

Kalimat singkat yang mengugah jiwa dan mudah dibaca, serta hadir pada setiap flayer dan spanduk, yaitu:

“Generasi Rabbani bil Qur’an wa Sunnatin Nabi.”

Maknanya: mendidik generasi Rabbani dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi ﷺ.


Konsep Pendidikan dan Kurikulum

Konsep pendidikan Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit berlandaskan pendidikan Al-Qur’an yang ramah anak dan ramah orang tua. Pendidikan tidak hanya diarahkan kepada santri, tetapi juga kepada guru melalui peningkatan kualitas berkelanjutan, serta kepada orang tua agar terjalin sinergi yang harmonis dalam proses tarbiyah.

Sistem pendidikan yang diterapkan adalah full day non-berasrama dengan pendekatan Islami, ramah anak, serta pembinaan yang dilaksanakan dengan penuh kasih sayang dan dibangun di atas kerja sama yang kuat dengan orang tua.

Kurikulum ma’had mencakup kurikulum Al-Qur’an, maddah diniyyah, dan kurikulum umum. Kurikulum Al-Qur’an meliputi program membaca cepat yang dilanjutkan dengan program hafalan yang dirancang secara sistematis oleh tim ma’had. Kurikulum agama merupakan racikan tim darsuna ma’had yang meliputi aqidah Islam, fiqh Islam, dzikir dan doa, adab Islam, sirah nabawiyyah, serta bahasa Arab dengan metode ABY Anak. Adapun kurikulum umum mengacu pada kurikulum yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.


Tenaga Pendidik

Tenaga pendidik dan kependidikan ma’had berasal dari latar belakang akademik yang beragam dan berkualitas, baik alumni perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Seluruh guru melalui proses seleksi, masa pengenalan, serta pendidikan intensif sebelum dinyatakan siap mengajar. Selain itu, para guru diwajibkan mengikuti program peningkatan kompetensi secara berkelanjutan, termasuk tahsin Al-Qur’an bekerja sama dengan HSI Abdullah Roy bagian Al-Qur’an, program kuliah guru, serta dauroh-dauroh peningkatan kualitas pendidik.

Alhamdulillah Tenaga pendidik dan kependidikan Ma’had berjumlah 35 orang.

Peserta Didik

Peserta didik merupakan calon santri yang dinyatakan lulus seleksi oleh tim SPMB melalui proses yang ketat. Proses seleksi tidak hanya menguji kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Penerimaan santri dibatasi sebanyak 40 santri per tahun, terbagi ke dalam 4 lokal, yaitu 2 lokal putra dan 2 lokal putri. Setiap lokal maksimal berjumlah 10 santri agar proses pembinaan dapat berjalan secara optimal.

Alhamdulillāh, saat ini telah terdapat 100 santri setingkat SD dan 14 santri setingkat TK.


Sarana dan Prasarana

Alhamdulillāh, sarana dan prasarana ma’had sangat memadai, luas, dan nyaman. Tersedia masjid berukuran 28 × 16 meter, gedung belajar santri putri dan putra yang terpisah, saung-saung belajar, enam unit rumah guru, kantor ustaz dan ustazah, perpustakaan, UKS, serta berbagai sarana olahraga dan bermain, seperti lapangan putra dan putri, lapangan sepak bola, bulu tangkis, basket, serta area bermain khusus TK.


Kegiatan dan Program Unggulan

Kegiatan ma’had berlangsung sebagaimana sekolah Islam tingkat dasar pada umumnya, yaitu hari Senin sampai Sabtu. Jam belajar dimulai pukul 07.20 hingga 14.30 pada hari Senin sampai Kamis, hingga pukul 11.00 pada hari Jumat, dan hingga pukul 11.30 pada hari Sabtu. Program unggulan ma’had meliputi tahfidz Al-Qur’an dengan kualitas hafalan yang terjaga, pembelajaran bahasa Arab, serta penanaman adab Islam sejak usia dini.


Prestasi

Alhamdulillāh, dalam perjalanannya santri Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di antaranya terdapat santri yang lulus dengan capaian hafalan 23 juz, 20 juz, 18 juz, dan 15 juz, serta prestasi dalam Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat Provinsi Sumatera Barat.


Penutup

Besar harapan lembaga ini menjadi lembaga pendidikan Islam yang bermanhaj salaf, berkualitas, serta mampu melahirkan penghafal Al-Qur’an usia dini yang berakhlak karimah, dan menjadi lembaga pilihan utama bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka dengan fokus utama pada Al-Qur’an.

Semoga Allah Ta‘ālā senantiasa memberkahi Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit, memudahkan seluruh urusannya, dan menjadikannya sebagai wasilah lahirnya generasi Qur’ani yang diridhai-Nya. Āmīn.


Ditulis Senin 09 Februari 2026 Jam 22:02



Bagikan:

Populer

Newsletter

Berlangganan berita dakwah gratis langsung ke email Anda.