Syaikh Shalih Fawzan: Keistimewaan Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Quran

Deli Hermanto

4 days ago • 21

Foto: Dok. Istimewa/Deli Hermanto

Mufti Agung Arab Saudi yang juga Ketua Hai`ah Kibar Ulama, Syaikh Shalih Al-Fawzan, menyampaikan ucapan selamat kepada Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Saud, juga Putra Mahkota dan Perdana Menteri, Muhammad bin Salman, atas tibanya bulan suci Ramadhan.

Dalam pernyataannya, beliau mengungkapkan bahwa Allah Ta’ala menganugerahkan beragam ibadah agar hamba-hamba‑Nya bisa mendekat kepada‑Nya. Pahala mereka dilipatgandakan, dosa-dosa mereka terhapus, dan mereka memperoleh ridha serta surga‑Nya.

Salah satu musim ibadah yang agung ini adalah bulan Ramadhan. Allah berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan ketika Al‑Qur`an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, serta penjelasan-penjelasan tentang petunjuk dan pembeda. Maka barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka (boleh menggantinya) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu, dan agar kamu menyempurnakan bilangan, serta mengagungkan Allah atas petunjuk‑Nya kepadamu, dan supaya kamu bersyukur.” [Al-Baqarah: 185]

Syaikh Shalih menambahkan, salah satu keistimewaan bulan mulia ini adalah diturunkannya Al‑Qur`an di dalamnya. Karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperbanyak tilawah Al‑Qur`an di bulan ini lebih dari bulan-bulan lainnya.

Para sahabat dan generasi salaf pun mengikuti jejak beliau, tenggelam dalam bacaan Al‑Qur`an saat Ramadhan. Inilah bulan Al‑Qur`an dan bulan puasa, sebab Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban dan salah satu rukun Islam, sebagaimana firman‑Nya: “Maka barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu hendaklah ia berpuasa.” [Al-Baqarah: 185]

Beliau melanjutkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menegaskan puasa Ramadhan sebagai salah satu dari lima pilar Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara: syahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Beliau juga mensyariatkan qiyam Ramadhan dengan sabdanya: “Barang siapa menegakkan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Terakhir, Syaikh Shalih mengingatkan, “Bulan yang mulia ini — wahai kaum Muslimin — pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Karena itu, marilah kita giatkan amal shalih: shalat, zakat, sedekah, dan kebaikan lainnya, memperbanyak tilawah Al‑Qur`an, dzikir, dan doa.”

Beliau juga berpesan agar menjauh dari kemaksiatan dan dosa, serta bertakwa kepada Allah selama bulan ini. Ramadhan adalah bulan kebaikan, kemurahan, dan ketakwaan. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang‑orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” [Al-Baqarah: 183]

Komentar (1)

M
Muhammad Isa Karim 19/02/2026

Masyaallah tabarakallahu..jazakallahu khairan ya Syaikh