Kegiatan Santri Barokah Manajemen Waktu dan Tarbiyah Harian Santri dari Datang hingga Pulang ke Rumah

Deli Hermanto

3 days ago • 9

Foto: Dok. Istimewa/Deli Hermanto

Kegiatan Santri Barokah

Manajemen Waktu dan Tarbiyah Harian Santri dari Datang hingga Pulang ke Rumah

Oleh: Ust. Abu Abdillah, Lc., S.Pd.

Mudir ‘Am Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin TsabitKota Payakumbuh


Pendahuluan

Hari-hari yang Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā putarkan bagi hamba-Nya seluruhnya adalah baik. Dalam akidah Islam tidak dikenal konsep hari sial. Akan tetapi, Allah dengan hikmah-Nya memuliakan sebagian waktu di atas sebagian yang lain. Dalam satu hari terdapat sepertiga malam terakhir yang paling mulia dan penuh rahmat; Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa. Dalam satu tahun terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, dan dalam setahun pula terdapat Hari Arafah yang paling mulia yang Allah jadikan. Prinsip ini menjadi fondasi utama dalam membangun cara pandang pendidikan Islam terhadap waktu dan kehidupan, sebagaimana diuraikan panjang lebar oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab fenomenal beliau Lathā’iful Ma‘ārif fīmā li Mawāsimi minal Waẓā’if.

Penegasan tentang urgensi waktu semakin nyata ketika Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā banyak bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an. Sumpah-sumpah ilahi tersebut menunjukkan bahwa waktu bukan sekadar rangkaian detik yang berlalu, melainkan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan fundamental dalam pembentukan iman, ilmu, dan amal seorang hamba, baik pada level individu maupun institusi pendidikan. Waktu yang dikelola dengan iman dan amal shalih akan melahirkan keberkahan, sedangkan waktu yang diabaikan akan berlalu tanpa nilai dan dampak tarbawi.

Atas dasar inilah Ma’had Tahfidzul Qur’an Zaid bin Tsabit menata kehidupan santri dalam sebuah sistem harian yang terukur, berkesinambungan, dan terarah. Seluruh aktivitas dirancang agar santri belajar bersahabat dengan waktu, menjadikannya sarana ibadah, ladang amal, dan media pembentukan kepribadian Qur’ani. Sistem ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keutuhan kepribadian Islami.


Pagi yang Hidup dengan Dzikir dan Al-Qur’an (Senin–Kamis)

Kegiatan santri dimulai sejak pagi hari. Santri diwajibkan hadir di kampus paling lambat pukul 07.20, bersamaan dengan berbunyinya bel masuk. Ketepatan waktu ini merupakan bagian dari pendidikan disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran akan amanah waktu sejak awal hari. Disiplin tidak diposisikan sebagai paksaan, melainkan sebagai proses pembiasaan tarbawi yang berkelanjutan.

Setelah hadir, santri diarahkan menuju masjid untuk melaksanakan dzikir pagi dan taushiyyah sebagai proses penyiapan ruhiyah sebelum memasuki aktivitas pembelajaran dan interaksi intelektual. Pada pukul 07.55, aba-aba masuk berbunyi sebagai penanda transisi menuju kegiatan inti.

Tepat pukul 08.00, kegiatan Pembelajaran Belajar Mengajar (PBM) Al-Qur’an dimulai. Kegiatan diawali dengan nasihat singkat selama 3–5 menit sebagai taujih tarbawi yang menghidupkan hati dan meluruskan niat. Selanjutnya, santri melaksanakan tilawah Al-Qur’an satu halaman per individu sebelum memasuki inti kegiatan, yaitu menghafal dan menyetorkan hafalan kepada pengampu kelas atau halaqah Al-Qur’an hingga pukul 09.30.

Sepuluh menit menjelang waktu istirahat, santri melaksanakan shalat Dhuha sebagai pembiasaan sunnah yaumiyyah, penguatan dimensi ibadah, dan penanaman keyakinan bahwa keberkahan hidup dan ilmu selalu diisi dengan sujud kepada Allah.


Istirahat dan Keseimbangan Jasmani

Pada pukul 09.30, waktu istirahat dimulai. Kegiatan istirahat santri diawali dengan menikmati snack yang disediakan oleh ma’had, kemudian memanfaatkan waktu dengan kegiatan santai dan olahraga seperti sepak bola, basket, badminton, dan aktivitas fisik lainnya. Fase ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara aspek ruhiyah, intelektual, dan jasmani, sehingga proses tarbiyah berlangsung secara utuh dan proporsional.

Namun istirahat bukan berarti lalai. Ketika bel masuk kembali berbunyi pukul 10.00, santri kembali menyusun barisan untuk melanjutkan aktivitas ilmiah.


Murāja‘ah: Penjagaan Amanah Al-Qur’an

Sesi murāja‘ah dimulai dengan murāja‘ah bersama, kemudian dilanjutkan murāja‘ah individual yang disetorkan kepada guru dalam bentuk ikhtibar (diuji secara acak oleh guru). Selanjutnya dilanjutkan dengan murāja‘ah hafalan baru (jadīd) dan hafalan qārib (hafalan terdekat dalam rentang satu pekan). Metode ini bertujuan menjaga kualitas hafalan, menguatkan daya ingat, serta melatih kesiapan mental dan ketelitian santri dalam menjaga amanah Al-Qur’an.


Qailulah dan Manajemen Energi

Menjelang siang, pukul 11.00, santri melaksanakan qailulah (tidur siang sejenak) sebagai implementasi sunnah Nabi ﷺ. Qailulah berfungsi untuk melepaskan kelelahan dan mengembalikan energi sebelum memasuki rangkaian ibadah dan pembelajaran berikutnya. Pada pukul 12.00, santri menikmati makan siang yang dibawa dari rumah dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan.


Dzuhur sebagai Poros Tarbiyah Harian

Pukul 12.30, santri bersiap melaksanakan shalat Dzuhur dengan rangkaian adab ibadah yang lengkap: shalat sunnah tahiyyatul masjid, menjawab azan, shalat sunnah rawatib, shalat berjamaah, dzikir setelah shalat, shalat sunnah ba‘diyah, dan ditutup dengan taushiyyah singkat. Rangkaian ini menanamkan kesadaran bahwa ibadah bukan sekadar ritual, melainkan proses pendidikan jiwa yang berlangsung secara terus-menerus.


Pembelajaran Tahsin dan Maddah Diniyyah

Pada pukul 13.10, santri memasuki ruang kelas. Kegiatan pembelajaran meliputi Tahsin bagi santri putra dan Maddah Diniyyah bagi santri putri, yang diselang-seling pada jam berikutnya. Materi maddah diniyyah disusun secara tematis dan berjenjang:

  • Senin: Aqidah Islamiyyah
  • Selasa: Fikih Islami
  • Rabu: Sirah Nabawiyyah
  • Kamis: Dzikir dan Doa

Demikianlah gambaran kegiatan santri dari hari Senin hingga Kamis, hari-hari yang tampak sederhana, namun sarat dengan nilai tarbiyah dan keberkahan.


Kegiatan Hari Jumat

Hari Jumat diawali dengan dzikir pagi, kemudian dilanjutkan dengan program hafalan mutun ilmiyyah yang meliputi matan tajwid, sirah, dzikir-doa, dan hadits, dari pukul 07.30 hingga 08.30. Selanjutnya, santri mengikuti pembelajaran Adab Islami hingga waktu istirahat. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran Bahasa Arab hingga waktu kepulangan pukul 11.00.

Satu kali dalam sebulan, hari Jumat dikhususkan untuk kegiatan olahraga mulai pukul 10.00 hingga selesai, dengan penyesuaian jadwal pembelajaran adab dan Bahasa Arab. Pola ini menjadikan hari Jumat sebagai momentum penguatan ruhiyah, adab keilmuan, serta keseimbangan jasmani dan rohani.


Kegiatan Hari Sabtu

Hari Sabtu difokuskan pada pembelajaran Maddah Ḥayāh (pelajaran umum). Kegiatan dimulai dengan hafalan mutun ilmiyyah hingga pukul 07.55, kemudian PBM berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.30, dilanjutkan istirahat. Setelah itu, pembelajaran berlanjut kembali dari pukul 10.00 hingga 11.30, yang sekaligus menjadi waktu kepulangan santri. Waktu ini bertepatan dengan berakhirnya kajian rutin wajib bagi wali santri sebagai bentuk sinergi antara pendidikan ma’had dan pendidikan keluarga.


Waktu yang berlalu adalah amanah dan karunia dari Allah, maka setiap muslim dituntut untuk memaksimalkannya dengan sebaik-baiknya. Dalam pendidikan anak, menjadi kewajiban orang tua dan guru untuk mengatur serta memaksimalkan kegiatan yang bermanfaat, sehingga waktu yang berjalan terisi dengan aktivitas yang barokah dan bernilai.

Semoga Allah memberkahi setiap langkah kecil dalam proses tarbiyah ini,

dan semoga kelak kita semua berlabuh di surga-Nya.

Ditulis sudut Kampus Biru yang terus bertumbuh

Sebelum Kajian di mulai dan dilanjutkan tatkala selesai di tabuh

Inilah Kampus Al-Qur’an Pendidik generasi yang sedang tumbuh

Semog akita semua di surga berlabuh


Payakumbuh, Sabtu 07 Februari 2026

Pukul 11.44 WIB


Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!